##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

A. Puspo Kuntjoro

Abstract

Sudah lebih dari setahun, umat manusia di seluruh dunia menderita akibat gempuran pandemi global covid-19. Penderitaan ini telah meninggalkan banyak luka menganga yang hingga kini belum tuntas terobati. Sudah banyak jatuh korban jiwa, lebih banyak lagi yang masih berjuang untuk sembuh. Tidak sedikit anak yang menjadi yatim piatu, kehilangan anggota keluarga atau orang-orang terdekat, masih banyak lagi yang kehilangn mata pencaharian dan jatuh miskin. Ini benar-benar masa krisis buat semua tanpa pandang bulu, sebuah pukulan berat terhadap kemanusiaan di segala bidang kehidupannya. Berangsur-angsur titik terang mulai kelihatan. Vaksin-vaksin berhasil dibuat dan mulai diberikan ke banyak orang, obat-obatan penangkal dan terapi medikal yang ampuh mulai diketahui dan diterapkan untuk memadamkan sumber bencana. Sambil terus waspada dan berhati-hati, optimisme mulai merangkak naik. Salah satu hal yang mungkin paling menggembirakan adalah kepedulian yang muncul di mana-mana, manusia terhadap sesamanya. Menarik untuk ditelusuri apakah kekuatan kepeduliaan, the power of care, yang meringankan penderitaan dan memberi harapan serta optimisme ini hanya berdampak besar dalam situasi-situasi krisis yang memberatkan? 

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.