##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Galih Sakitri

Abstract

Menuju industri 5.0, sejumlah organisasi meramu kembali strategi penguatan sumber daya manusia agar tangkas menghadapi lingkungan yang kian fleksibel dan jauh dari kepastian. Beragam kerangka pemikiran dan model organisasi yang gesit dan tangkas atau dikenal dengan istilah agile semakin mencuat dan memaksa organisasi lainnya menggunakan pendekatan mimetik terhadap yang dinilai sukses. Bagaimana sebenarnya agilitas (ketangkasan) organisasi dapat berhasil diimplementasi? Benarkah pengelolaan manusia mampu mengeskalasi pencapaian tersebut?